Mbah Kyai Ali Ma’shum rahimahullah terlahir dengan kecerdasan istimewa. Pada usia remaja, beliau sudah menjadi amat ahli dalam bahasa dan sastra Arab. Kefashihan beliau sulit dicari tandingannya. Pada usia 18 tahun, sewaktu mondok di Termas, Pacitan, dibawah asuhan Kyai Dimyathi rahimahullah, Kyai Ali diberi hak untuk mengajar di Masjid pondok. Suatu previles yang tidak didapatkan bahkan oleh santri-santri yang jauh lebih senior. Bukan karena Kyai Ali putera seorang kyai besar (Mbah Kyai Ma’shum, Lasem).
Home » Posts filed under Wali Songo
Tujuh pesan Sunan Drajat
Syarifuddin atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Drajat adalah seorang putera dari Sunan Ampel, sebagaimana ayahnya, maka puteranya inipun kemudian menjadi seorang penganjur pula dalam agama Islam. beliaupun ikut pula mendirikan kerajaan Islam di Demak dan menjadi penyokongnya yang setia. daerah operasinya diantaranya adalah di Jawa Timur, Sunan Drajat adalah seorang sosiawan Islam.
Berikut adalah Tujuh Pesan dari Sunan Drajat
Berikut adalah Tujuh Pesan dari Sunan Drajat
Seri Jejak Perjuangan Sunan Ampel 7
Kontroversi Sekitar Wali SongoMasalah rumit yang banyak mengundang kontroversi dari para penyebar Islam di Jawa abad ke-14 dan ke-15 adalah menyangkut istilah Wali Songo. Sebab jika istilah Wali Songo itu dikenakan pada sosok para penyebar Islam di Jawa pada abad 14 dan 15 Masehi, akan tidak pas karena jumlahnya berlebih. Sementara yang lain berusaha menjustifikasi kebenaran asumsi jumlah wali yang sembilan itu dengan menyatakan bahwa setiap anggota wali yang meninggal akan diganti oleh wali lain, sehingga jumlah mereka jika diurutkan akan lebih sembilan orang. Masalah yang tak kalah rumit, adalah menyangkut asumsi bahwa para anggota wali songo itu adalah auliya’ Allah yaitu para kekasih Allah yang memiliki karomah. Dikatakan sangat rumit, sebab dalam keyakinan umat Islam keberadaan seorang auliya’ Allah atau kekasih Allah tidak diketahui oleh manusia umum kecuali sesama auliya’.Perjuangan Sunan Gunung Jati
Sedang Fatahillah adalah seorang pemuda Pasai yang dikirim Sultan Trenggana membantu Sunan Gunungjati berperang melawan penjajah Portugis.
Bukti bahwa Fatahillah bukan Sunan Gunungjati adalah makam dekat Sultan Gunungjati yang ada tulisan Tubagus Pasai Fathullah atau Fatahillah atau Faletehan menurut lidah orang Portugis. Syarif Hidayatullah dan ibunya Syarifah Muda’im datang di negeri Caruban Larang Jawa Barat pada tahun 1475 sesudah mampir dahulu di Gujarat dan Pasai untuk menambah pengalaman. Kedua orang itu disambut gembira oleh Pangeran Cakrabuana dan keluarganya. Syekh Datuk Kahfi sudah wafat, guru Pangeran Cakrabuana dan Syarifah Muda’im itu dimakamkan di Pasambangan. Dengan alasan agar selalu dekat dengan makam gurunya, Syarifah Muda’im minta agar diijinkan tinggal di Pasambangan atau Gunungjati.
Wali Songo Keturunan Nabi SAW
Bermula silsilah wali songo ditemukan oleh sayid Ali bin Ja’far Assegaf pada seorang keturunan bangsawan Palembang . Dalam silsilah tersebut tercatat tuan Fakih Jalaluddin yang dimakamkan di Talang Sura pada tanggal 20 Jumadil Awal 1161 hijriyah, tinggal di istana kerajaan Sultan Muhammad Mansur mengajar ilmu ushuluddin dan alquran. Dalam silsilah tersebut tercatat nasab seorang Alawiyin bernama sayid Jamaluddin Husein bin Ahmad bin Abdullah bin Abdul Malik bin Alwi bin Muhammad Shohib Mirbath, yang mempunyai tujuh anak laki. Di samping itu tercatat pula nasab keturunan raja-raja Palembang yang bergelar pangeran dan raden, nasab Muhammad Ainul Yaqin yang bergelar Sunan Giri.


